Tuesday, 28 April 2015

#Program Pengembangan Meteorologi dan Geofisika

#Program Pengembangan Meteorologi dan Geofisika
Bidang meteorologi dan geofisika sebelum masa Repelita tidak terlalu banyak kemajuannya. Dapat disimpulkan bahwa per­alatan yang ada waktu itu adalah bekas peralatan tua pening­galan jaman Belanda. 

Pada tahun 1968/69 terdapat 56 buah stasiun meteorologi, 8 buah stasiun penguapan, 2.312 stasiun pengamatan hujan dan 6 buah stasiun geofisika. Produksi data pada tahun yang ber­sangkutan tercatat sekitar 503.000 data dengan tingkat kete­patan ramalan sekitar 60%. 

Kebutuhan akan data meteorologi dan geofisika selama Re­pelita I mulai meningkat. Data yang dihasilkan meliputi data iklim, data gempa bumi, data ramalan musim dan data ramalan cuaca. 

Sampai dengan akhir Repelita I, telah berhasil direhabi­litasi 46 buah stasiun meteorologi, 1614 bush stasiun pengamatan hujan, dan 6 buah stasiun geofisika. Di samping itu da­lam masa itu telah pula dibangun 5 buah stasiun meteorologi klas III, 9 buah stasiun klimatologi, 137 buah stasiun iklim, 42 buah stasiun penguapan, 426 buah stasiun pengamatan hujan dan 3 buah stasiun geofisika. Demikianlah produksi data sela­ma itu mulai meningkat pula, dari produksi sekitar 503 ribu data pada tahun 1968/69, menjadi sekitar 579 ribu data pada akhir Repelita I. 

Keberhasilan rehabilitasi/pembangunan tersebut mengakibat- kan jam operasi stasiun dapat pula ditingkatkan. Dengan demi­kian tingkat ketelitian data dan tingkat ketepatan ramalan, serta kecepatan dan penyebaran data, selama Repelita I sema­kin meningkat dan pelayanan data menjadi semakin baik, baik dalam kualitas maupun kuantitasnya. Tingkat pertumbuhan per­mintaan pelayanan jasa selama Repelita I rata-rata 10% per tahun. 

Selama Repelita II, di samping rehabilitasi stasiun-sta-siun lama, telah dibangun sebanyak 32 buah stasiun meteorolo­gi, 2 buah stasiun klimatologi, 38 buah stasiun Mateo perta-nian khusus (SMPK), 24 buah stasiun iklim, 55 buah stasiun penguapan, 437 stasiun pengamatan hujan dan 10 buah stasiun geofisika. Selain itu, dalam tahun 1974/75 telah pula diter­bitkan peta hujan dan pets pusat gempa bumi (epicentrum) yang mencakup seluruh Indonesia. 

Hubungan kerjasama internasional, yang antara lain meli­puti kerjasama ASEAN dalam pembuatan peta iklim dan statistik klimatologi dan dalam pembuatan peta pembagian daerah gempa di wilayah tersebut, sejak Repelita II telah pula dilaksana­kan. 

Selama Repelita II sebanyak 382,8 ribu permintaan pelayan­an jasa, baik yang berasal dari pihak Pemerintah maupun yang berasal dari pihak Swasta, telah dapat dipenuhi. Ini berarti bahwa dibandingkan dengan selama Repelita I, dengan perminta­an pelayanan jasa yang dapat dipenuhi sejumlah 193,7 ribu per­mintaan, selama Repelita II pelayanan jasa telah meningkat sebesar 14,6% per tahun. 

Produksi data juga telah meningkat, yaitu dari sebanyak 578,6 ribu data pada akhir Repelita I menjadi sebanyak 1.106,6 ribu data pada akhir Repelita II. 

Selama Repelita III telah dibangun 5 buah balai meteoro­logi dan geofisika, 12 buah stasiun meteorologi, 4 buah stasiun klimatologi, 17 buah stasiun meteorologi pertanian khu-sus, 148 buah stasiun iklim, 36 buah stasiun penguapan, 888 buah stasiun pengamatan hujan, dan 7 buah stasiun geofisika. Dalam tahun 1984/85 telah selesai dibangun sebuah stasiun meteorologi pertanian khusus, 7 bush stasiun iklim, sebuah stasiun penguapan, 264 buah stasiun pengamatan hujan dan sebuah stasiun geofisika klas III. Dewasa ini semua balai dan stasiun tersebut telah berfungsi (Tabel II - 13).

Selama Repelita III produksi data telah meningkat, dari sebesar 1.106,6 ribu data pada akhir Repelita II menjadi se­besar 1.362,3 ribu data pada akhir Repelita III. Dalam tahun 1984/85 telah dihasilkan 1.385,5 ribu data.

Beberapa hambatan terjadi dalam pembangunan baru stasiun meteorologi klas II dan III, stasiun klimatologi klas I, klas II, dan klas III, Serta stasiun pengamat hujan dan stasiun geofisika. Sejauh mengenai pembangunan bare stasiun-stasiun ini realisasinya dalam Repelita III rata-rata hanya dapat men­capai 40% dari rencana yang disebabkan oleh keterlambatan da­tangnya peralatan.

Untuk memenuhi data dan informasi meteorologi dan geofi­sika yang diperlukan telah diusahakan pemanfaatan data dan informasi yang dihasilkan oleh berbagai satelit cuaca dan sa­telit sumber alam. Dalam hubungan itu kerjasama internasional di bidang meteorologi terus dikembangkan baik di tingkat ASEAN maupun di tingkat internasional yang lebih luas.

Kualitas data yang disajikan, baik karena keterampilan para personil maupun karena perkembangan peralatan dan jaring­an stasiun, telah meningkat dari tingkat ketepatan ramalan 65% pada akhir Repelita I, menjadi 70% pada akhir Repelita II, dan menjadi 75% pada akhir Repelita III. Selama itu pro­duksi data juga semakin meningkat, yaitu dari pertumbuhan 4,3% per tahun selama Repelita I, menjadi rata-rata 13% per tahun selama Repelita II dan 15% per tahun selama Repelita III.

Sebagai hasil dari perkembangan tersebut selama Repelita III telah dapat dipenuhi sekitar 800.000 permintaan pelayanan jasa informasi dan data dari berbagai pihak, baik instansi Pemerintah maupun Swasta. Ini berarti bahwa selama Repelita III permintaan pelayanan jasa yang dapat dipenuhi meningkat 110%; jadi ada peningkatan rata-rata 16% per tahun. Dalam ta-hun 1984/85 permintaan pelayanan jasa meteorologi dan geofisika.
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Note: only a member of this blog may post a comment.