Tuesday, 28 April 2015

Penyelamatan Hutan, Tanah dan Air

#Penyelamatan Hutan, Tanah dan Air
Program ini mencakup usaha-usaha penghijauan, reboisasi perbaikan, pengaturan dan pengembangan wilayah sungai, serta Pembinaan dan pembangunan kawasan konservasi sumber daya alam dan penyelamatan flora dan fauna langka. 

#Penghijauan 
Dalam tahun ke lima Repelita I usaha penghijauan dilaku­kan di 17 propinsi dan meliputi 25 Daerah Aliran Sungai dan mencakup areal seluas 94,02 ribu ha, sedang dalam Repelita I seluruhnya mencakup areal seluas 455,40 ribu ha. 

Usaha penghijauan dalam tahun 1978/79 dilaksanakan di 19 propinsi, meliputi 143 kabupaten, 1.001 kecamatan, dan 33 Daerah Aliran Sungai yang mencakup areal seluas 596,55 ribu ha. Dalam Repelita II usaha ini mencapai areal seluas 437,19 ribu ha. 

Dalam tahun 1982/83 usaha penghijauan dilaksanakan di 21 propinsi, meliputi 35 DAS, 164 kabupaten, 1.350 kecamatan, dan mencakup areal seluas 378,58 ribu ha. Pembangunan dam pe­ngendali dan petak percontohan dalam tahun itu masing-masing mencapai jumlah 722 buah dan 790 unit. 

Dalam tahun 1983/84 kegiatan penghijauan dilaksanakan di 21 propinsi, 166 kabupaten, 1.456 kecamatan dan meliputi 35 DAS yang mencakup areal seluas 260,24 ribu ha. Pembangunan dam pengendali dan petak percontohan dalam tahun 1983/84 juga meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu masing-masing menjadi 971 buah dan 1.068 unit. Usaha penghijauan dalam Repelita III seluruhnya mencakup areal seluas 1,38 juta ha. 

Dalam tahun 1984/85 usaha penghijauan dilaksanakan di 21 propinsi, meliputi 160 kabupaten, 1.060 kecamatan dan 34 DAS, dan mencakup areal seluas 177,81 ribu ha. Pembangunan dam pe­ngendali dan unit percontohan dalam tahun itu masing-masing mencapai sebanyak 383 buah dan 754 unit. Pembangunan hutan rakyat dan kebun rakyat dalam tahun tersebut mencapai 12,35 ribu ha. Hasil upaya tahunan kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilihat pada Tabel II - 1 sampai dengan Tabel II - 6. 

Dalam tahun pertama Repelita IV usaha penghijauan yang berupa kegiatan pembuatan tanaman 400 batang/ha, pembuatan terasering (guludan) dan pembuatan saluran pembuang air dikem­bangkan sebagai upaya masyarakat secara mandiri melalui pola penyuluhan dan insentif. 

Sebagaimana tampak dari Tabel II - 7, penghijauan yang telah dilaksanakan sejak permulaan Repelita I sampai dengan tahun pertama Repelita IV berjumlah 2.450,49 ribu ha. Dari jumlah itu 455,40 ribu ha merupakan hasil penghijauan dalam Repelita I, 437,19 ribu ha hasil penghijauan dalam Repelita II, dan 1.380,09 ribu ha hasil selama Repelita III. Sedang hasil penghijauan dalam tahun pertama Repelita IV mencakup areal seluas 177,81 ribu ha. 

#Reboisasi 
Dalam tahun 1973/74 kegiatan reboisasi dilakukan di 26 Daerah Aliran Sungai dan meliputi 18 propinsi dan meliputi areal seluas 27,18 ribu ha. Realisasi dalam Repelita I selu-ruhnya mencapai 120,99 ribu ha. 

Dalam tahun 1978/79 kegiatan reboisasi dilakukan di 18 propinsi dan meliputi 89 KPH dan 26 DAS dan meliputi areal seluas 237,32 ribu ha. Realisasi seluruhnya dalam Repelita II mencapai 458,99 ribu ha. 

Pada tahun 1983/84 kegiatan reboisasi dilaksanakan di 19 propinsi, meliputi 86 KPH dan 27 DAS yang mencakup areal se­luas 37,78 ribu ha. Dalam Repelita III seluruhnya mencapai 489,59 ribu ha. 

Dalam tahun 1984/85 kegiatan reboisasi dilaksanakan di 17 propinsi, 58 KPH dan 196 BKPH. Reboisasi dalam tahun itu me­liputi 24 DAS yang mencakup areal seluas 75,43 ribu ha. Hasil pelaksanaan reboisasi tahunan dapat diteliti pada Tabel II-8. 

Sejak permulaan Repelita I sampai tahun pertama Repelita IV seluruh upaya reboisasi mencapai luas 1.069,57 ribu ha,

Note: only a member of this blog may post a comment.