Monday, 27 April 2015

Penghijauan Menuju Solo Ijo Royo-royo

#Penghijauan Menuju Solo Ijo Royo-royo
Tatkala kita tinggal di pegunungan yang penuh dengan vegetasi baik berupa perkebunan, hutan dan lahan pertanian, terasa segar, nyaman, dan bernafas lega. Karena selain suasana yang sejuk, bebas dari berbagai pencemaran udara. Oksigen yang bersumber dari tanaman dapat tersedia untuk pernafasan kita. Kesejukan karena rindangnya pepohonan terasa nyaman, dan penutupan lahan oleh pepohonan secara sempurna membuat resapan air ke dalam tanah secara optimal, sehingga cadangan air dimusim kemarau melimpah. Gemercik aliran air dari sumbernya yang di padukan dengan keciauan burung membuat ramainya suasana dipagi dan sore hari. Dapatkah suasana yang demikian, bisa kita ciptakan di daerah perkotaan. 

Apabila kita ingin mambuat lingkungan hidup kota kita sehat segar dan nyaman, maka perlu untuk membangun paru-paru kota, pemerintah bisa menggunakan pendekatan melaui pembuatan hutan kota, sedangkan masyarakat luas diharapkan berpartisipasi ikut andil melaui penghijauahan di wilayah pemukinan. Sehingga tidak hanya pada lahan milik negara saja dilakukan penghijauan, namun gerakan menanam menyeluruh mencakup seluruh kota baik di halaman rumah, atau pada tiap jengkal lahan tidur disekitar kita, membuat populasi tanaman meningkat. Sehingga dalam waktu dekat jumlah tanaman pelindung ideal sebesar 10 hingga 60 persen dari jumlah penduduk bisa diwujudkan dan Solo nampak hijau royo-royo. 

Indahnya dan kenyamannan kota tidak terlepas dari populasi dan penataan tanaman di dalam kota. Suatu contoh kota Singapura yang super metropolitan, dengan luas wilayahnya sangat terbatas dan penduduknya yang relatif padat namun terlihat asri, sejuk dan nyaman karena penataan tanaman disepanjang jalan sangat asri. sejauh mata memandang yang tampak hanyalah rimbunan pepohonan yang menjulang tinggi menutup gedung-gedung pencakar langit. Pepohonan mendominasi disetiap lahan terbuka, disepanjang jalan selalu dikanan kirinya berupa jalur hijau yang ditumbuhi pepohonan yang saling menutup. Nampaknya pepohonan merupakan syarat mutlak disepanjang jalan. Bahkan dibawah jalan layangpun tidak terlepas dari tanaman. Tanaman rerumputan akan menutup ruang terbuka diantara pepohonan, sehingga menyatu dengan penataan taman kota. Ketika dari Pelabuhan ke Kota sampai ke Changi Airport sepertinya tidak terasa waktu terlewatkan karena tercengang menikmati taman (penghijauan) kota disepanjang jalan, taman kota tertata rapi dengan variasi tanaman rumput, perdu dan pepohonan merupakan daya tarik tersendiri bagi kami.

Meneropong di belahan negara lain yaitu di Guangzi Cina, yang merupakan kota metropolitan yang sangat megah, juga tidah terlepas dari indahnya pepohonan disepanjang jalan dan lahan terbuka lainnya, seperti halnya singapura, disepanjang jalan diapit oleh jalur hijau dan jalur jalan kaki yang nampak hijau penuh dengan pepohonan yang tertata dengan indahnya. Variasi tanaman pepohonan dan tanaman hias disepanjang jalan nampak asri, karena penataan yang begitu indah. Keadaan demikian akan membuat rasa nyaman para pejalan kaki. Pada pagi hari banyak orang yang memanfaatkan untuk jalan sehat, bahkan dimalam haripun banyak masyarakat menggunakan ruang terbuka hijau untuk santai, berdansa dan berolah raga. Kota Naning Guangzi memang nampak seperti kota baru, sehingga penataan yang relatif sangat sempurna. Kebersihan kotapun mendukung terpeliharanya keasrian kota yang hijau.

#Hutan Kota dan penghijauan
Fungsi hutan kota berperan dalam memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika, meresapkan air, menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota bahkan mendukung kelestarian keanekaragaman hayati. Terkait dengan pencemaran udara, pengembangan hutan kota diharapkan dapat berfungsi untuk menyerap dan menjerap cemaran CO2, SOx, CxHy, kebisingan dan partikulat debu. Pepohonan lebih efektif menjerap debu dan mengurangi cemaran dibandingkan dengan tanaman semak dan tanaman lainnya. Tanaman mampu menyerap CO2 dan akan memasok oksigen (O2) yang kita gunakan untuk bernafas, sehingga terasa sejuk dan segar. 

Kota Solo memepunyai potensi untuk dikembangkan sebagai taman kota yang indah penuh dengan berbagai vasilitas taman dan peninggalan budaya, namun perlu adanya pembenahan dan penghijauhan yang terencana. Dalam penghijauan kota hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 

(a) Kekayaan warisan budaya arsitektur bangunan yang semestinya harus dilindungi, seperti Keraton Kasunanan, Pura mangkunegaran serta Masjid Agung dan bangunan lainnya yang merupakan pemikat utama para wisatawan, pada halamannya perlu ditingkatkan populasi tanamanya dengan penghijauan yang sesuai dengan arsitek bangunannya. 

(b) Alun-alun utara yang menyatu dengan pasar klewer dan alun-alun selatan perlu adanya penataan taman (penghijauan) yang asri sehingga benar-banar dapat menunjang keagungan dan kemegahan kraton dan memiliki nilai ekologi, ekonomi, edukatif, dan estetis, dan perlu dipelihara secara konsisten untuk kemudian menjadikan kota sebagai pusat perdagangan jasa dan tujuan wisata. 

(c) Fasilitas ruang publik seperti taman Sriwedari dan taman Balekambang dapat tertata dan tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan penghijauanya. Hendaknya taman kota dan taman lingkungan kedua tempat ini benar-benar terencana dan terpelihara dengan baik. 

(d) Sabuk hijau bantaran sungai bengawan solo haruslah tertata dengan baik, sebagai tempat potensial untuk rekreasi (lembah jurug). 

(e) Lapangan olahraga (Sriwedari yang sangat bersejarah dan lapangan Manahan), perlu penghijauhan pada tempat parkir dan lahan-lahan terbuka sekitarnya.

(f) Pengembangan taman pemakaman umum (TPU Bonoloyo, TPU Pajang) perlu dilakukan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari taman kota, dan perlu peningkatan penghijauan. Larangan mendirikan bangunan di pemakman sudaklah perlu difikirkan, dengan merubah gundukan rerumputan, sehingga hanya ada variasi rumput dan pepohonan yang menyatu membentuk taman yang asri. 

(g) Jalur hijau jalan raya, perlu dilakukan penghijauan secara sempurna mengingat merupakan tempat yang paling padat polusinya, dan bantaran sungai perlu adanya penghijauan yang sempurna dengan didominasi deretan pepohonan. 

(h) Penekanan pada setiap halaman hijau bangunan, seperti di Hotel, Kantor, dan kampus untuk dilakukan penghijauan. Walaupun Solo baru bukan wilayah kota Solo, namun merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kawasan Solo, sehingga penataan taman, ruang terbuka hijau perlu dilakukan. Solo baru merupakan kawasan baru, sehingga dalam penataan tentunya relative lebih mudah dan tingkat ekonomi masyarakat menenengah ke atas sehingga lebih punya dana untuk mewujudkan taman kota.

Pemilihan tanaman pada setiap lokasi hendaknya disesuaikan dengan fungsi dan likunganya. Penghijauan ditempat-tempat kawasan rekreasi diarahkan pada jenis pohon yang memiliki keunggulan dari aspek estetis dan mampu memberikan suasana yang sejuk dan nyaman. Demikian juga tanaman yang mampu mengundang satwa seperti burung sehingga akan menambah keindahan.

Untuk kawasan pendidikan misalnya di kawasan kampus, pohon yang dipilih adalah jenis yang dapat memberi kesejukan dan kenyamanan, agar dapat menjadi lingkungan belajar yang kondusif, dan diarahkan untuk tanaman langka, sehingga disamping untuk koleksi atau perlindungan tanaman biar tidak musnah juga mempunyai fungsi untuk pendidikan. Populasi pepohonan di kampus selain dapat difungsikan sebagai wilayah resapan air, juga dapat sebagai wahana koleksi pelestarian plasma nutfah, wahana penelitian dan sarana rekreasi alam. 

Sebenarnya hutan kota janganlah dimaknai terbatas pada lokasi-lokasi tertentu saja yang memang diplotkan untuk hutan pada lahan milik negara (dengan lusan tertentu). Namun didasarkan anggapan semua areal yang ada di suatu kota adalah areal untuk hutan kota. Sehingga komponen yang ada di kota seperti pemukiman, perkantoran dan industri dipandang sebagai suatu bagian yang ada dalam suatu hutan kota. Sehingga program penghijauan kota bisa mencakup semua lahan yang ada.

Kawasan pemukiman, Pada kawasan pemukiman padat, yang biasanya sangat rapat dan lahan terbukanya sangat sempit, penghijauhan dilakukan pada ruang terbuka milik masyarakat. Pohon yang dipilih adalah jenis yang memiliki prospek produksi, seperti mangga, rambutan, jambu, blimbing, klengkeng yang tidak hanya sekedar untuk peneduh, penetral pencemaran lingkungan, namun juga memberikan hasil bagi pemiliknya. 

Kawasan peribadatan. Untuk kawasan peribadatan ditanam pohon yang lebih bernuansa agamis misalnya kawasan mesjid dan pesantren dengan tanaman palem (palem raja), Gereja dengan pohon cemara, Kuil dan Pure dengan pohon kamboja, kantil sehingga nuansanya lebih sesuai. 

Kawasan industri. Untuk kawasan industri lebih diutamakan dengan tanaman yang mempunyai potensi besar menyerap polutan secara maksimal. Pohon yang dipilih bertajuk lebar dan daunya rindang.

Kawasan sepanjang jalan. Penanaman tanaman di sepanjang jalan dengan pohon yang bertajuk lebar sangat baik, sehingga mampu menyerap polutan dari kendaraan bermotor, namun perlu dipikirkan agar tidak rapat, jika terlalu rapat maka akan menutup badan jalan secara penuh dan akan menghambat asap atau polutan keluar secara bebas.

Kawasan terminal. Untuk kawasan terminal karena jumlah populasi udara paling tinggi, maka hendaknya sedapat mungkin populasi tanaman diupayakan secara maksimal. Setiap lahan yang memungkinkan untuk ditanam dengan tanaman, seperti disekitar tepi pagar, ruang terbuka dan tempat parkir dilakukan penghijauan dengan tanaman yang mempunyai tajuk lebar yang rindang, sehingga mampu mejerap polutan secara optimal.

Kawasan fasilitas umum. Untuk kawasan fasilitas umum lainnya, seperti pemakaman dengan pohon kamboja, pohon kamboja, kantil dan kenongo, lapangan olah raga perlu dipilih tanaman yang rindang sehingga mampu menciptakan suasana sejuk dan nyaman. Di kawasan perdagangan, nampaknya juga perlu dilakukan penghijauan terutama pada lahan-lahan yang terbuka, misalnya di areal parkir, dengan tanaman yang rindang. 

Daerah bantaran sungai. Pada daerah ini berfungsi sebagai konservasi, resapan air dan penahan banjir, jenis pohon yang ditaman sebaiknya berupa tanaman campuran yang mampu mengkonservasi flora dan fauna. Pohon yang dipilih mempunyai perakaran kuat, dan dalam dan bertajuk luas sehingga mampu mengkonservasi. Mewujudkan Solo ijo royo-royo perlu komitmen kuat dari Pemkot yang didukung segenap lapisan masyarakat.

Note: only a member of this blog may post a comment.